Senin, 07 Oktober 2013

Kisah Sukses Bapak Rohman Yakub



KISAH SUKSES
BAPAK ROHMAN YAKUB
PEMILIK TOSERBA SAFITRI
Dosen pengampu: Drs. Wagimin, M.Si

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan


Disusun oleh:
Nama        : Ana Pangesti
NIM          : K5412008
Prodi         : Pendidikan geografi



JURUSAN ILMU PENDIDIKAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN  ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
TAHUN 2013
Toserba safitri milik bapak Rohman Yakub ini merupakan usaha warisan dari orang tua dari bapak Rohman Yakub. Nama toserba safitri diambil dari salah satu anggota keluarga bapak Rohman yakub. Pemberian nama dengan mengambil nama dari salah satu anggota keluarga dengan tujuan untuk mempermudah konsumen mengingatnya. Nama yang mudah diingat akan membentu dalam proses promosi.
Toko peninggalan dari orang tua bapak Rohman Yakub beralamat di Jl. Kertayasa, Sumberadi, Kebumen. Toko tersebut berpindah ke tangan bapak Rohman Yakub sejak tahun 2003. Awal mula toko dioperasikan pada tahun 2003 oleh bapak Rohman masih dalam skala kecil. Tempat toko masih gabung dengan rumah bapak Rohman. Dalam kegiatan operasional toko bapak Rohman dibantu oleh keluarga. Toko yang tergolong kecil dan pemula ini belum mampu merekrut karyawan dari luar.
Dengan modal yang pas-pasan tidak menjadikan bapak Rohman diam di tempat hanya menunggu para konsumen yang datang. Modal berasal dari kantong pribadi bapak Rohman sebagai  hasil beberapa tahun merantau di Jakarta. Dari modal pribadi tersebut, bapak rohman sedikit demi sedikit menambah jumlah dan variasi produk yang di jual. Semula menjual kebutuhan sehari-hari masyarakat sekitar berkembang dengan menambah produk berupa sembako untuk keperluan hajatan. Sehigga orang yang hendak punya hajatan tidak perlu repot-repot mencari kebutuhan makanan hajatan.
Hambatan-hambatan yang dihadapi bapak Rohman dalam mengembangkan usahanya, antara lain:
1.      Modal
Modal menjadi hambatan utama dalam mengembangkan usaha, karena modal berasal dari kantong pribadi bapak Rohman.
2.      Saingan
Saingan toko-toko disekitar dan minimarket-minimarket menjadi hambatan pengembangan usaha bapak Rohman.

Solusi yang dilakukan bapak Rohman untuk mengatasi hambatan-hambatan diatas, diantaranya:
1.      Modal
Modal yang berasal dari kantong pribadi bapak Rohman belm cukup untuk mengembangkan usahanya. Solusi yang diambil adalah dengan meminjam modal dari bank dan koperasi.
2.      Saingan
Untuk menghadapi saingan dari toko-toko sekitar dan minimarket-minimarket yang berani bersaing, bapak Rohman selektif dalam memilih agen. Bapak rohman mencari agen yang menawarkan harga palig murah diantara agen-agen yang lainnya dengan tetap menjaga kualitas barang.
            Jenis kegiatan pada awal-awal hanya sebatas melayani konsumen. Semakin berkembang toko bapak Rohman melayani para pedagang yang akan menjual dagangannya lagi atau istilah lain melayani kulakan.
            Pelayanan kepada pembeli terutama para pelanggan di beri pelayanan yang sebisa mungkin memuaskan dan tidak mengecewakan pelanggan. Apabila terdapat pelanggan yang sedang membutuhkan barang tetapi uangnya tidak mencukupi untuk membeli semua barang yang dibutuhkan bapak Rohman membantu dengan memberi sedikit hutangan kepada pelanggan tersebut. Namun, bagi para pembeli yang pertama kali memberi tidak diberi hutangan.hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dari kebohongan.
            Pemesanan bagi pelanggan juga di beri kemudahan, dengan membayar DP sebanyak 50% saja sudah diperbolehkan. Kemudahan yang di berikan bapak Rohman kepada pelanggan banyak menjadi pilihan untuk tetap berlangganan di Toserba Safitri. Maka tak heran saat ini hasil penjualan kotor mencapai  75 jutaan per minggu. Diambil rata-rata perbulan 300 juta. Sedangkan laba bersih per bulan mencapai 25 jutaan.
            Untuk mengembangkan usahanya, bapak Rohman membuka cabang di pasar Sruni, Bandung Sruni, Kebumen dan di pasar krakal, Kebumen.
            Konsumen yang semakin bertambah menjadikan bapak Rohman merekrut karyawan untuk membantu operasional usahanya. Tiga orang karyawan ditempatkan di toko yang berada di rumah dan lima orang ditempatkan pada toko-toko cabang di pasar sruni dan pasar krakal. Karyawan diambil dari orang-orang sekitar yang membutuhkan pekerjaan.
            Rencana kedepan bapak Rohman akan membangun gudang terpisah dari rumah sebagai tempat tinggal untuk tempat penyimpanan barang jualan. Saat ini tempat penyimpanan barang jualan masih di rumah. Setelah membangun gudang, bapak Rohman berencana mengembangkan usaha lebih luas lagi dan menambah cabang lagi.
            Kegigihan dan kerja keras bapak Rohman membuahkan hasil, dengan meningkatnya omset dari tahun ketahun, bertambahnya pelanggan karena merasa puas dengan pelayanan dan harganya yang miring. Bertambah karyawan yang diambil dari orang-orang sekitar sehingga dapat membantu mengurangi pengangguran pada daerah setempat.


Tidak ada komentar: